Melati Erzaldi : Menjadi Kader Dasawisma Adalah Ladang Ibadah

oleh

MANGGAR – Ketika memutuskan untuk menjadi kader/relawan, Melati Erzaldi, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengatakan, jangan pernah berharap materi dan insya Allah menjadi ladang ibadah.

Berbagai tujuan tiap kader dasawisma yang bersedia bergabung di dasawisma. Misalnya, berkontribusi atau berperan dalam masyarakat, membantu pemerintah dan lain sebagainya. Karena itu, Melati Erzaldi selalu mengingatkan kepada sahabat-sahabat penggerak PKK Provinsi untuk harus bekerja ikhlas agar menjadi ladang ibadah karena tidak semua pekerjaan ini mendapatkan imbalan materi.

“Setiap kegiatan tidak selalu ada honorariumnya, walaupun kami (TP PKK) selalu mengusahakan honorarium sebagai bentuk apresiasi dan saya berharap ketika tidak ada sahabat-sahabat kader tetap bersemangat,” ungkapnya saat memberi sambutan dalam Sosialisasi Dasawisma dan Pengenalan Si DUMA Babel Tahun 2022 yang bertemakan “Melalui Sosialisasi Dasawisma Kita Tingkatkan Kualitas Kader Dalam Mewujudkan Administrasi yang Tertib dan Akuntabel.”

Dilaksanakan di kantor Camat Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Rabu (23/02/2022), sosialisasi ini dihadiri 46 orang kader dasawisma dari Kabupaten Belitung Timur. Tampk hadir mendampingi kehadiran Melati Erzaldi, Ibu Wakil Bupati Belitung Timur dan Kepala Dinas Sosial Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Saya bahagia karena total kehadiran siang hari ini hampir datang semua, total 46 orang,” ungkapnya mengapresiasi.

Dirinya menyampaikan bahwa kehadiran Pengurus PKK Provinsi di sini untuk mengajak sahabat Kader PKK Belitung Timur belajar aplikasi Sistem Informasi Terpadu Dasawisma atau Si DUMA Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Sahabat-sahabat semua di sini diajarkan bagaimana menginput datanya. Kita saat ini dalam era 4.0 sudah menjadi kewajiban karena sudah zamannya saat ini kita bekerja secara digital,” ungkapnya.

Belajar administrasi dasawisma melalui aplikasi ini, lanjutnya menjelaskan bahwa tujuannya untuk bagaimana agar para kader bisa mendata orang-orang yang ada pada tiap rumah dilingkungannya. Seperti yang diketahui, bahwa dasawisma merupakan kelompok 10-20 rumah yang berdekatan dalam satu Rukun Tetangga (RT) dan ini menjadi tanggung jawab kader pada kelompok ini.

“Sahabat kader disini, harus tau apa tujuan mengikuti kegiatan sosialisasi ini, jika sudah mendapat ilmunya, dapat diaplikasikan dengan lebih riang gembira dan melaksanakannya dengan senang,” ungkapnya menyemangati.

Selain itu, dirinya ingin para kader mengetahui mengapa peserta sosialisasi yang hadir hari ini bersedia menjadi kader Dasawisma mengingat tidak semua orang mampu melakukan ini.

Salah seorang peserta yang juga menjadi kader posyandu selama belasan tahun bernama Susana mengatakan bahwa bergabung menjadi kader dasawisma agar bisa belajar mendata untuk membantu pendataan.

Melati Erzaldi pun bersyukur sebab tiap kader harus menyadari peran penting data yang dihasilkan. Tegas dikatakannya, data dasawisma yang didapat dari lingkungan keluarga atau rumah tangga ini menjadi data dasar pemerintah untuk membuat program.

“Hari ini teman-teman semua hadir di sini untuk apa, jawabannya tanya pada diri sendiri. Jika, sudah tau jawabannya, saya yakin akan semangat mengerjakannya,” ujarnya.

“Harapannya sahabat kader bisa mengisinya dengan benar baik. Saat ini sudah ada aplikasi yang dapat membantu untuk lebih mudah dan cepat yang bernama SI DUMA,” jelasnya lagi.

Tak lupa istri Gubernur Babel ini mengucapkan terima kasih atas kehadiran peserta sosialisasi. Ia berharap menjadi manfaat bagi para kader yang disebutnya sebagai sahabat-sahabat kader dasawisma dan bisa menjadi model bagi sahabat-sahabat kader di daerah lain.

“Jaga kesehatan, para kader merupakan ujung tombak dan harus tetap sehat. Jangan lupa untuk sosialisasikan juga pentingnya protokol kesehatan kepada masyarakat,” pesannya menutup.

Sementara Budi utama, Kadinsos PMD Babel juga memberi semangat agar para kader yang merupakan ibu-ibu untuk jangan khawatir dengan teknologi.

Dijelaskannya, Si DUMA akan mempermudah membaca ataupun melihat data. Tahun depan pemerintah akan mensosialisasikan ke desa-desa.

“Program ini sudah dua tahun menjadi salah satu program Ibu Melati sebagai ketua TP PKK dan pada 2021 berhasil disosialisasikan,” ungkapnya.

Dirinya juga berterima kasih kepada anggota TP PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk mensosialisasikan Si DUMA dan atas kehadiran para kader dalam sosialisasi ini untuk mensukseskan program pendataan digital ini.

Penulis: Nona Dp
Foto: Iyas Zi
Editor: Lisia Ayu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.