Pangkalpinang — DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menegaskan komitmennya dalam memperjuangkan kepentingan petani sawit. Melalui audiensi bersama APDESI Babel, DPRD meminta seluruh pabrik kelapa sawit (PKS) kembali mematuhi kesepakatan pembelian TBS yang telah disepakati bersama pemerintah daerah.(03/06/26)
Dalam rapat dengar pendapat tersebut dengan pihak perusahaan kebun sawit yang berlangsung di ruangan banmus DPRD Provinsi Bangka Belitung
Dalam sambutannya Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya, menegaskan bahwa pembelian TBS harus mengacu pada hasil kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya guna memberikan kepastian bagi petani. DPRD juga menyoroti dugaan permainan timbangan yang dikeluhkan petani dan meminta persoalan tersebut segera ditindaklanjuti oleh instansi terkait.
Selain itu, DPRD Babel mendorong Satgas Pangan dan aparat penegak hukum untuk melakukan pengawasan terhadap perkembangan harga sawit di lapangan agar tidak ada pihak yang dirugikan. Sebab, anjloknya harga TBS tidak hanya berdampak pada petani, tetapi juga berpengaruh terhadap daya beli masyarakat, UMKM, hingga perputaran ekonomi daerah.





